Kondisi & Penyakit Lambung

DrGanesh Sqaure

Dokter Ganesh Ramalingam

Spesialis Lambung di Singapura dengan Pengalaman Bedah Lebih dari 20 Tahun

Dr. Ganesh Ramalingam adalah seorang ahli bedah umum dengan minat khusus pada kondisi saluran pencernaan, termasuk gangguan lambung seperti GERD, tukak lambung, polip, dan kanker. Beliau menerapkan pendekatan yang cermat dan berfokus pada pasien dalam diagnosis dan berpengalaman dalam melakukan prosedur minimal invasif untuk mengobati kondisi-kondisi tersebut, sehingga mendukung pemulihan yang lebih lancar dan nyaman.

Daftar isi

Penyakit Lambung

Sakit perut atau nyeri perut adalah pengalaman umum di kalangan orang-orang, baik muda maupun tua. Makan berlebihan, kembung, atau penumpukan gas seringkali dapat menyebabkan seseorang mengalami rasa sakit ini, tetapi biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Meskipun jenis ketidaknyamanan yang dialami dapat bervariasi dari kram hingga nyeri, atau bahkan rasa sakit yang tajam, sakit perut biasanya bukanlah sesuatu yang serius. Tetapi bagaimana seseorang dapat mengetahui apakah mereka menderita kondisi yang lebih serius?

Beberapa faktor, seperti infeksi virus, bakteri, atau parasit yang berasal dari lambung, dapat menjadi penyebab rasa sakit tersebut.

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang kemungkinan kondisi yang mungkin terkait dengan penyakit perut.

Kanker Lambung

Kanker lambung, juga dikenal sebagai kanker perut, biasanya terjadi ketika sel-sel lapisan lambung mulai bermutasi. Ketika sel-sel yang biasanya sehat di dalam sistem saluran pencernaan bagian atas menjadi kanker, sel-sel tersebut dapat berkembang biak dan tumbuh tanpa terkendali, yang menyebabkan pembentukan tumor. Proses ini dapat terjadi secara perlahan dan mengakibatkan perkembangan kanker lambung selama bertahun-tahun.

Gangguan Refluks Gastroesofageal (GERD)

Penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD) adalah gangguan pencernaan yang disebabkan ketika cairan lambung atau makanan dan cairan sering mengalir kembali dari lambung ke kerongkongan. Fenomena ini juga dikenal sebagai regurgitasi asam atau refluks gastroesofageal. Seorang pasien didiagnosis menderita penyakit refluks gastroesofageal (GERD) jika mereka mengalami gejala refluks asam lebih dari tiga kali seminggu.

Tukak Lambung

Tukak lambung, yang juga dikenal sebagai tukak peptik, adalah luka terbuka yang menyakitkan pada lapisan lambung. Tukak lambung berkembang di lapisan dalam lambung. Tukak lambung terjadi ketika lapisan lendir tebal yang melindungi lambung dari enzim pencernaan berkurang. Hal ini memungkinkan asam pencernaan untuk mengikis jaringan yang melapisi lambung, sehingga menyebabkan terbentuknya tukak di permukaan.

Ulkus Perforasi & Peritonitis

Ulkus perforasi terjadi ketika ulkus pada lapisan dalam lambung menjadi sangat dalam dan pecah ke luar. Ini adalah kondisi serius karena bakteri lambung dapat keluar dan menginfeksi lapisan perut, dalam kondisi yang dikenal sebagai peritonitis. Infeksi ini dapat dengan cepat menyebar ke darah, yang dikenal sebagai sepsis, dan selanjutnya menyebar ke organ lain. Jika tidak diobati, ini dapat menyebabkan kegagalan multi-organ atau bahkan menyebabkan kematian.

Polip Lambung

Polip lambung adalah benjolan yang terbentuk di lapisan dalam lambung. Biasanya terbentuk karena peningkatan keasaman lapisan lambung dan seringkali tidak menimbulkan tanda atau gejala. Polip paling sering ditemukan saat dokter memeriksa Anda melalui gastroskopi untuk gejala lain. Meskipun banyak kasus polip lambung tidak bersifat kanker, beberapa jenis polip memang meningkatkan risiko berkembang menjadi kanker lambung.

Infeksi H.Pylori

Helicobacter pylori (atau H.pylori) adalah jenis bakteri yang ditemukan di lambung. Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan, air, peralatan makan, dan kontak dengan air liur atau cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Infeksi H.pylori dapat menyebabkan peradangan dan luka (ulkus) pada lapisan lambung yang menyebabkan nyeri tumpul di perut. Dalam kasus yang parah, infeksi H.pylori dapat menyebabkan kanker lambung.

Sindrom Usus Bocor

Sindrom usus bocor, juga dikenal sebagai peningkatan permeabilitas usus, terjadi ketika lapisan saluran pencernaan rusak, memungkinkan partikel makanan yang tidak tercerna, racun, dan bakteri bocor ke dalam aliran darah. Kebocoran ini memicu respons sistem kekebalan tubuh, menyebabkan peradangan dan berpotensi menimbulkan berbagai gejala, termasuk kembung, sensitivitas makanan, kelelahan, dan masalah pencernaan.

Punya pertanyaan tentang Kondisi Lambung?

Hubungi kami melalui WhatsApp untuk mendapatkan jawaban cepat dan saran yang dipersonalisasi – kami siap membantu!